KBA13 INSIGHT

Religion · Geopolitics · Intelligence · CivilizationAgama · Geopolitik · Intelijen · Peradaban

#41 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni: Rute Pulau Jawa

Download PDFUnduh PDFFormatted report with citation detailsDokumen bertemplat lengkap dengan cara mengutip KBA13 InsightVol. 2, No. 14January 2022KBA13-KI-2022-02-014 Beranda/Touring Indonesia Harmony/#41 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni KBA13 Insight · Touring Indonesia Harmony #41 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni:Rute Pulau Jawa KBA PenulisKamaruzzaman Bustamam Ahmad Touring Indonesia Harmony 14 Januari 2022 ± 2 menit baca Kata Kunci analysis commentary Indonesia Indonesian…

KBAAuthorPenulis
ContentsDaftar Isi
    Download PDFUnduh PDFFormatted report with citation detailsDokumen bertemplat lengkap dengan cara mengutip
    KBA13 InsightVol. 2, No. 14January 2022KBA13-KI-2022-02-014

    KBA13 Insight · Touring Indonesia Harmony

    #41 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni:Rute Pulau Jawa

    KBA

    PenulisKamaruzzaman Bustamam Ahmad
    • Touring Indonesia Harmony
    • 14 Januari 2022
    • ± 2 menit baca

    Kata Kunci

    • analysis
    • commentary
    • Indonesia
    • Indonesian politics
    • KBA13 Insight
    • Southeast Asia


    Hampir
    siang hari, kami sampai di Bruno. Saifuddin dan istrinya sudah menunggu
    kedatangan kami. Alangkah kagetnya ketika berjumpa dengan Saifuddin. Wajah dan
    cara dia berkomunikasi sama sekali tidak berubah. Kami melepaskan rasa kangen
    setelah hampir 20 tahun tidak berjumpa. Dia tinggal bersama istri dan mengabdi
    di salah satu sekolah menengah pertama NU di kampungnya. Mereka pasangan yang
    sangat berbahagia. Rumah mereka berada di pinggir jalan. Sehingga tidak sulit
    untuk mencari alamat kediaman mereka.


    Begitu
    sampai, kami langsung disuguhkan sate kambing setempat. Saya melahap dengan
    sangat cepat, sebab kelaparan sudah melanda kami, sejak saya putus asa karena
    tidak mendapat kesempatan menikmati durian. Kami bercerita tentang perjalanan
    kami menuju rumah mereka. Saifuddin kaget, sebab kami menempuh jalur yang cukup
    berbahaya, terlebih di malam hari. Harus diakui ketika saya melewati jalur ini,
    hati memang tidak begitu nyaman, sebab turunan dan belokan tajam, tidak begitu
    bersahabat bagi mereka yang baru pertama kali melewati jalur tersebut.


    Setelah
    makan sate, tuan rumah pun akhirnya memesan durian ke salah satu warga di
    kampungnya. Saya pun kaget, karena durian yang datang, memang seperti yang kami
    idamkan. Dagingnya empuk. Saifuddin pun memaksa kami untuk membawa sisa durian
    sebagai bekal di dalam perjalanan kami menuju ke tempat berikutnya. Kami agak
    lama berada di Bruno, karena hujan yang cukup deras. Saya bertanya, apa nama
    kota yang terdekat dari kediaman mereka. Saifuddin mengatakan kota terdekat
    adalah Wonosobo. Namun, jika tidak kesorean, bisa juga mencapai ke Purwokerto.


    Sambil
    menunggu hujan reda, istri Saifuddin menyiapkan kopi untuk menghangatkan tubuh
    kami. Mereka meminta kami untuk menginap di rumah mereka. Namun, saya menolak
    secara halus bahwa kami sudah terbiasa di dalam hujan deras, selama keliling
    Indonesia. Ketika hujan agak sedikit mereda, kami pun berangkat menuju ke
    Wonosobo. Malam itu, kami berniat untuk menginap di Wonosobo. Karena hujan yang
    terus mengguyur, jalanan menjadi agak gelap. Pukul 4 seperti sudah magrib.
    Jalanan yang basah, kendaraan yang cukup ramai, menjadikan perjalanan kami ini
    benar-benar diuji ketahanan mental. Sebab, jalanan rupanya berlobang, sehingga
    Nyak Ver harus masuk lobang keluar lobang.

    Menjelang
    magrib, Nyak Ver memasuki kota Wonosobo. Udara dingin masuk ke pori-pori. Jaket
    kami semua kebasahan. Saya memarkirkan kendaraan di salah satu restoran, untuk
    mencari penginapan untuk malam tersebut. Akhirnya, setelah penginapan kami
    dapatkan, lalu Nyak Ver saya ajak untuk mencari penginapan. Beruntung, tidak
    lama kemudian Nyak Ver langsung berada tepat di tempat parkir penginapan.
    Setelah kami cek in dan mengeringkan semua pakaian kami, langsung terlelap
    tidur. Tidak lupa sebelum bobok, kami menyantap durian, pemberian Saifuddin.


    ◆

    Cara Mengutip

    Ahmad, Kamaruzzaman Bustamam. (2022). #41 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni: Rute Pulau Jawa. Banda Aceh: KBA13 Insight.
    https://www.kba13.com/41-cerita-dibalik-touring-indonesia-harmoni-rute-pulau-jawa/

    KBA

    Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

    Guru Besar Antropologi Agama di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Menulis tentang geopolitik, keamanan dan tata kelola Asia Tenggara, Islam di Dunia Melayu, serta masa depan ilmu pengetahuan.

    Artikel lain di kategori ini → ↑ Kembali ke atas

    About The Author

    Article Identity · Identitas ArtikelDownload PDF
    Series · Seri
    KBA13 Insight
    Volume · Number
    Vol. 2, No. 14 (January 2022)
    Cumulative issue · Edisi ke-
    31
    Reference · Nomor rujukan
    KBA13-KI-2022-02-014
    Author · Penulis
    Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
    Published · Terbit
    15 January 2022 · updated 29 October 2026
    Section · Rubrik
    Touring Indonesia Harmony
    Keywords · Kata kunci
    analysis, commentary, Indonesia, Indonesian politics, KBA13 Insight, Southeast Asia
    Language · Bahasa
    Bahasa Indonesia
    Length · Panjang
    500 words · ±2 min read
    Publisher · Penerbit
    KBA13 Insight, Banda Aceh, Indonesia
    Permalink
    www.kba13.com/41-cerita-dibalik-touring-indonesia-harmoni-rute-pulau-jawa/
    How to cite · Cara mengutip
    Kamaruzzaman Bustamam Ahmad. (2022, January 15). #41 Cerita Dibalik Touring Indonesia Harmoni: Rute Pulau Jawa. KBA13 Insight, 2(14). https://www.kba13.com/41-cerita-dibalik-touring-indonesia-harmoni-rute-pulau-jawa/
    Rights · Hak cipta
    © 2022 KBA13 Insight. Quotation permitted with full attribution and link.

    ◆ ◆ ◆

    How to citeCara mengutip

    KBA

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem →