KBA13 INSIGHT

Religion ยท Geopolitics ยท Intelligence ยท CivilizationAgama ยท Geopolitik ยท Intelijen ยท Peradaban

Inspirasi Touring Indonesia Harmoni: Keliling Nusantara Mendapatkan Konsep Etno-Touring

Download PDFUnduh PDFFormatted report with citation detailsDokumen bertemplat lengkap dengan cara mengutip KBA13 InsightVol. 4, No. 23March 2024KBA13-KI-2024-04-023 Beranda/Touring Indonesia Harmony/Inspirasi Touring Indonesia Harmoni KBA13 Insight ยท Touring Indonesia Harmony Inspirasi Touring Indonesia Harmoni:Keliling Nusantara Mendapatkan Konsep Etno-Touring Pada prinsipnya, Cerita Dibalik Touring Indonesia ini pada gilirannya bukanlah suatu karya yang murni akademis atau penuh dengan argumentasi ilmiah yang dilandaskan…

KBAAuthorPenulis
ContentsDaftar Isi
    Download PDFUnduh PDFFormatted report with citation detailsDokumen bertemplat lengkap dengan cara mengutip
    KBA13 InsightVol. 4, No. 23March 2024KBA13-KI-2024-04-023

    KBA13 Insight ยท Touring Indonesia Harmony

    Inspirasi Touring Indonesia Harmoni:Keliling Nusantara Mendapatkan Konsep Etno-Touring

    Pada prinsipnya, Cerita Dibalik Touring Indonesia ini pada gilirannya bukanlah suatu karya yang murni akademis atau penuh dengan argumentasi ilmiah yang dilandaskan pada catatan kaki atau daftar pustaka yang menggunung. Namun, narasi ini berisi tentang pengalaman perjalanan Touring Indonesia Harmoni. Pengalaman ini juga tidak kamiโ€ฆ

    KBA

    PenulisKamaruzzaman Bustamam Ahmad
    • Touring Indonesia Harmony
    • 27 Maret 2024
    • ยฑ 3 menit baca

    Kata Kunci

    • analysis
    • commentary
    • Indonesia
    • Indonesian politics
    • KBA13 Insight
    • Southeast Asia
    Berteduh di dalam luang rumah semut di Musamus, Merauke

            Pada prinsipnya, Cerita Dibalik Touring Indonesia ini pada gilirannya bukanlah
    suatu karya yang murni akademis atau penuh dengan argumentasi ilmiah yang
    dilandaskan pada catatan kaki atau daftar pustaka yang menggunung. Namun, narasi  ini berisi tentang pengalaman perjalanan Touring Indonesia Harmoni. Pengalaman
    ini juga tidak kami sajikan dengan metode etnografi, karena kami hanya melintas
    saja di setiap daerah yang kami lewati. Titik-titik perjumpaan kami dengan
    individu terjadi di wisata, rumah penduduk, kantor, rumah ibadah, sekretariat
    komunitas motor, ruang tunggu penumpang, SPBU, kapal laut, dan bandara. Karena
    itu, kami bertemu dengan dengan berbagai orang dari berbagai latarbelakang.
    Kami selalu mencoba menjadi pendengar yang baik, demi untuk mendapatkan
    informasi, awal pembuka dialog.

    Tugu Garuda, Sota, Meurake 

            Lanskap tempat pertemuan kami
    bukanlah setting untuk duduk atau tinggal dalam beberapa hari, sebagaimana
    model etnografi dalam studi Antropologi. Kami kemudian mencoba menamakan model
    penulisan ini dengan istilah Etno-Touring. Hampir setiap hari kami menemukan
    medan baru sekaligus berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya. Sebagai
    contoh, ketika naik kapal dari Pulau Jawa, maka para ABK-nya akan lebih banyak
    menggunakan bahasa Jawa. Wajah dan ciri khas mereka memang seperti orang Jawa.
    Namun, ketika kami naik kapal Thalia, dari Nunukan ke Pare Pare, hampir semua
    ABK-nya berasal dari suku Bugis atau Makassar. Maka, situasi pun di dalam
    nuansa kebugisan. Para ABK akan cenderung menggunakan bahasa daerah mereka dan
    makan makanan daerah mereka.

            Manakala, kami naik Kapal Thalia,
    Kepala Mekanik yang juga biker menyuguhi
    makanan khas Makassar, yaitu Nasi Buras. Dia pun bercerita tentang bagaimana
    jaringan bisnis orang Makassar. Akan tetapi, begitu naik Kapal Pelni Ciremai,
    nuansa kebetawian begitu kental. Dialek bahasa Betawi pun terdengar di kalangan
    para ABK, ketika kami melewati koridor kapal. Di sini nuansa Tanjung Priok
    sangat mendominasi. Hal yang berbeda ketika kami naik Kapal Sunlia dan Tuna,
    dimana nuansa kemanadoan sudah muncul. Candaan para ABK dan penumpang selalu
    terdengar dalam bahasa Manado. Jadi, setiap lanskap baru yang kami hadapi,
    selalu memunculkan suatu ciri khas yaitu bahwa kekayaan khazanah budaya di
    Nusantara tidak dapat diabaikan sama sekali.

    Bersama para Biker di Sampit.

                Jadi, Etno-Touring ini memang
    berupaya memahami budaya atau kearifan yang kami jumpai selama Touring
    Indonesia Harmoni. Hal ini sangat kentara juga pada aspek kuliner yang kami
    nikmati selama perjalanan keliling Indonesia. Makanan yang kami nikmati begitu
    beragam, mulai dari Banda Aceh hingga ke titik akhir perjalanan kami. Ketika di
    Tanjung Redep, Berau, Kalimantan Utara, saya pertama kami menikmati Saraโ€™ba,
    minuman khas Sulawesi. Kemudian, saat di Tondano, kami disuguhi Mie Goreng
    Cakalang. Kalau persoalan pengaruh makanan Jawa memang tidak dapat dipungkiri.
    Hampir setiap daerah yang kami lewati, kuliner Jawa selalu tersedia di pinggir
    jalan. Namun, makanan khas daerah pun selalu menyapa lidah kami.

                Di sini aspek rasa sebagai bagian
    dari produksi kebudayaan melekat pada lidah kami. Warna dan ragam sambal di
    Nusantara pun sangat bervariasi. Istri saya yang hobbi makan pedas, benar-benar
    menikmati sambal demi sambal yang disajikan di pinggir piring makanan utama
    (nasi). Minuman kelapa yang dibakar pun juga menyapa kami bersama dengan kopi
    dari air kelapa di Ternate. Ketika di Makassar, beragam kuliner dipersapakan ke
    depan kami. Dari konro hingga sop saudara, bahkan daging kuda pun sudah kami
    nikmati. Faktor rasa dan kebudayaan memang menjadi sesuatu yang amat penting di
    dalam Etno-Touring ini. (bersambung)


    Seri perjalanan Touring Indonesia Harmoni dapat dibaca melalui link ini.
     

    Please support our mini-research through this link.

     
     
    โ—†

    Cara Mengutip

    Ahmad, Kamaruzzaman Bustamam. (2024). Inspirasi Touring Indonesia Harmoni: Keliling Nusantara Mendapatkan Konsep Etno-Touring. Banda Aceh: KBA13 Insight.
    https://www.kba13.com/inspirasi-touring-indonesia-harmoni-keliling-nusantara-mendapatkan-konsep-etno-touring/

    KBA

    Kamaruzzaman Bustamam Ahmad

    Guru Besar Antropologi Agama di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Menulis tentang geopolitik, keamanan dan tata kelola Asia Tenggara, Islam di Dunia Melayu, serta masa depan ilmu pengetahuan.

    Artikel lain di kategori ini โ†’ โ†‘ Kembali ke atas

    About The Author

    Article Identity ยท Identitas ArtikelDownload PDF
    Series ยท Seri
    KBA13 Insight
    Volume ยท Number
    Vol. 4, No. 23 (March 2024)
    Cumulative issue ยท Edisi ke-
    76
    Reference ยท Nomor rujukan
    KBA13-KI-2024-04-023
    Author ยท Penulis
    Kamaruzzaman Bustamam Ahmad
    Published ยท Terbit
    27 March 2024 ยท updated 29 October 2026
    Section ยท Rubrik
    Touring Indonesia Harmony
    Keywords ยท Kata kunci
    analysis, commentary, Indonesia, Indonesian politics, KBA13 Insight, Southeast Asia
    Language ยท Bahasa
    Bahasa Indonesia
    Length ยท Panjang
    757 words ยท ยฑ3 min read
    Publisher ยท Penerbit
    KBA13 Insight, Banda Aceh, Indonesia
    Permalink
    www.kba13.com/inspirasi-touring-indonesia-harmoni-keliling-nusantara-mendapatkan-konsep-etno-touring/
    How to cite ยท Cara mengutip
    Kamaruzzaman Bustamam Ahmad. (2024, March 27). Inspirasi Touring Indonesia Harmoni: Keliling Nusantara Mendapatkan Konsep Etno-Touring. KBA13 Insight, 4(23). https://www.kba13.com/inspirasi-touring-indonesia-harmoni-keliling-nusantara-mendapatkan-konsep-etno-touring/
    Rights ยท Hak cipta
    ยฉ 2024 KBA13 Insight. Quotation permitted with full attribution and link.

    โ—† โ—† โ—†

    How to citeCara mengutip

    KBA

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Ekosistem KBA13KBA13 InsightKBA13 AcademyAcehnologiArsip & PustakaPeta Ekosistem โ†’